Privatisasi BUMN: Dualisme Mindset yang Sulit Disatukan Mei 26, 2008
Posted by amirmahmuds in Strategi.Tags: anti-privatisasi, bumn, mindset, privatisasi, privatisasi bumn
1 comment so far
Mendekati masa-masa pemilu seperti sekarang ini, semangat kebangkitan, kebangsaan, dan kerakyatan (keberpihakan pada rakyat) sudah mulai banyak didengungkan belakangan ini terutama oleh partai atau kandidat/elite partai yang akan bertarung di arena politik nanti. Apalagi sehabis memperingati 1 abad kebangkitan Indonesia beberapa waktu lalu, peringatan tersebut sepertinya banyak dijadikan moment yang tepat untuk kepentingan politik khususnya dalam memperjuangkan partainya. Tidak hanya itu, masalah kenaikan harga BBM dan krisis pangan juga tidak kalah menariknya untuk dijadikan moment yang tepat demi perjuangan politik mereka. Rakyat sepertinya lupa kalau ada yang perlu diperhatikan yang juga masih terkait dengan berbagai semangat diatas yaitu masalah upaya pemerintah dalam merampungkan program privatisasi sejumlah perusahaan negara (BUMN) yang hingga kini masih belum selesai.
BBM Indonesia: Seklumit Ironi Kebijakan Ekonomi Pemerintah Mei 25, 2008
Posted by amirmahmuds in Keuangan.Tags: bbm, bbm indonesia, kebijakan ekonomi, pemerintah
1 comment so far
Akhirnya pemerintah berani juga menaikkan harga BBM setelah melalui pembahasan bahkan perdebatan yang panjang dengan didukung adanya protes dari berbagai elemen masyarakat. Harga premium jadi Rp 6000, solar jadi Rp 5500 dan minyak tanah jadi Rp 2500. Meskipun pemerintah berusaha meyakinkan rakyat dan pasar melalui berbagai argumen berdasarkan data dan fakta baik berdasarkan indikator keuangan maupun non-keuangan, dan juga didukung upaya nyata pemerintah untuk mengganti subsidi BBM yaitu berupa BLT dan subsidi lainnya, namun sepertinya rakyat dan juga pasar masih belum sepenuhnya percaya dengan manfaat dari upaya tersebut. Lihat saja demo masih saja muncul dimana-mana. Dari reaksi pasar, IHSG justru melemah (per 23/05 merosot 37 point ke titik 2.465, 955) dan kurs rupiah juga melemah (per 23/05 bertengger di posisi 9.308 bahkan sempat ditransaksikan di level 9.342 padahal seminggu sebelumnya berada di posisi 9.200-an). Mengapa ini terjadi, karena ancaman inflasi pasca kenaikan BBM sudah di depan mata. Pelaku pasar masih hati-hati memegang uang rupiah akibat kebijakan ini.










