<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Komentar di: SIM Untuk Sepeda, Becak, dan Delman</title>
	<atom:link href="http://amirmahmuds.wordpress.com/2008/02/11/sim-untuk-sepeda-becak-dan-delman/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://amirmahmuds.wordpress.com/2008/02/11/sim-untuk-sepeda-becak-dan-delman/</link>
	<description>strategy - manouver - intrick</description>
	<lastBuildDate>Mon, 05 Oct 2009 02:59:10 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: amirmahmuds</title>
		<link>http://amirmahmuds.wordpress.com/2008/02/11/sim-untuk-sepeda-becak-dan-delman/#comment-9</link>
		<dc:creator>amirmahmuds</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 16:53:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amirmahmuds.wordpress.com/?p=40#comment-9</guid>
		<description>@The Astronom
Ketepatan aku belum tahu sejarahnya delman di Indonesia...
Tapi kalau mau mengamati delman, setidaknya alat ini bisa dipahami dari 2 perspektif yaitu transportasi dan budaya. Dari perspektif transportasi, di era globalisasi ini mungkin kurang relevan ya... karena mobilitasnya rendah kala kita dituntut serba cepat. Namun dari perspektif budaya, alat transportasi ini merupakan salah satu ciri khas budaya Indonesia sehingga relevan sekali untuk dipertahankan. Sepertinya kedua perspektif tersebut harus dipandang bersama agar fungsinya masih bisa bermanfaat tapi budaya-nya juga tidak luntur, akan tetapi penempatannya juga perlu diperhatikan, dengan demikian lagu anak-anak &quot;naik delman istimewa&quot; tidak jadi kenangan semata.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>@The Astronom<br />
Ketepatan aku belum tahu sejarahnya delman di Indonesia&#8230;<br />
Tapi kalau mau mengamati delman, setidaknya alat ini bisa dipahami dari 2 perspektif yaitu transportasi dan budaya. Dari perspektif transportasi, di era globalisasi ini mungkin kurang relevan ya&#8230; karena mobilitasnya rendah kala kita dituntut serba cepat. Namun dari perspektif budaya, alat transportasi ini merupakan salah satu ciri khas budaya Indonesia sehingga relevan sekali untuk dipertahankan. Sepertinya kedua perspektif tersebut harus dipandang bersama agar fungsinya masih bisa bermanfaat tapi budaya-nya juga tidak luntur, akan tetapi penempatannya juga perlu diperhatikan, dengan demikian lagu anak-anak &#8220;naik delman istimewa&#8221; tidak jadi kenangan semata.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: The Astronom</title>
		<link>http://amirmahmuds.wordpress.com/2008/02/11/sim-untuk-sepeda-becak-dan-delman/#comment-8</link>
		<dc:creator>The Astronom</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 17 Feb 2008 15:56:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://amirmahmuds.wordpress.com/?p=40#comment-8</guid>
		<description>tau sejarah delman di Indonesia gak???
Menurut Anda relevankah delman di masa globalisasi ini yang menuntut pelestarian budaya Indonesia???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>tau sejarah delman di Indonesia gak???<br />
Menurut Anda relevankah delman di masa globalisasi ini yang menuntut pelestarian budaya Indonesia???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
