jump to navigation

Mengkaji Manuver CEO Yahoo Atas Rencana Microsoft Februari 9, 2008

Posted by amirmahmuds in Strategi.
Tags: , ,
trackback

jerry_yang.jpgKabar terbaru memberitakan bahwa CEO Yahoo, Inc. Jerry Yang melalui pesan elektroniknya (email) yang ditujukan kepada karyawannya dan ditembuskan kepada SEC (Securities & Exchange Commission) atau semacam BAPEPAM-nya AS menjelaskan bahwa dia bersama dewan direksinya sebenarnya mencoba untuk menghindari rencana Microsoft mengakuisisi mereka. Jerry Yang bersama dewan direksi ini menekankan bahwa sebenarnya mereka berusaha sebijaksana mungkin untuk mengevaluasi semua strategi dalam situasi kompleks yang menimpa perusahaan mereka. Jerry Yang dalam hal ini berusaha untuk menenangkan karyawannya karena rencana akuisisi ini memunculkan berbagai polemik didalam internal perusahaan. Pernyataan Jerry Yang ini sedikit menjawab perhatian dunia selama ini.

Manuver Jerry Yang ini jika dikaji lebih dalam merupakan hal yang wajar ketika ada suatu perusahaan ingin diakuisisi oleh perusahaan lain. Secara psikologis, rasa memiliki terutama bagi pendiri sekaligus pemilik perusahaan akan semakin kuat ketika perusahaan yang telah mereka rintis selama ini akan dimiliki oleh perusahaan lain. Jika pernyataan Jerry Yang ini tulus, itu berarti selain faktor diatas, penilaian mereka terhadap Microsoft sudah tidak sepenuhnya positif lagi. Maklum saja, Microsoft belakangan ini banyak mengalami masalah internal (meskipun secara finansial Microsoft masih kaya) seperti tersandung monopoli karena dituduh menguasai penjualan sistem operasi hingga 90% pangsa pasar dunia, masalah pembajakan (couterfeiting), serangan dari free open source (linux), dan upaya untuk menggerogoti keperkasaan Google yang selalu gagal, belum lagi harga saham Microsoft hari senen kemarin anjlok USD 26 sen dan ditutup di level USD 30.19 per lembar. Kalau dikaji lebih dalam, siklus hidup perusahaan Microsoft ini nampaknya mulai mengalami fase kematangan (status quo) yang sebentar lagi dapat mengalami penurunan jika strategi bisnis yang diambil kurang tepat.

Namun terlepas dari analisis diatas, bisa saja Jerry Yang bersama dewan direksinya memiliki skenario lain di balik melansir berita diatas. Karena seperti diketahui bahwa menurut para analis, tawaran Microsoft ini dinilai masih rendah. Dengan tawaran pembelian sebesar USD 44.6 Milyar tersebut, harga saham Yahoo hanya ditawar setara dengan USD 31 per lembar (lihat juga tulisan saya di bagian lain tentang analisis ini). Seperti diketahui bahwa saham Yahoo pernah diperdagangkan USD 34.08 per lembar akhir Oktober tahun lalu. Itu artinya Yahoo masih bisa menolak tawaran dengan harga tersebut. Dengan adanya statemen dari Jerry Yang yang berusaha menghindar dari rencana akuisisi Microsoft tersebut, bisa saja mereka lakukan untuk memancing agar Microsoft mau menaikkan harga penawarannya, dan mungkin juga agar harga saham Microsoft mengalami penurunan lagi (semacam black campaign). Dari drama ini, kira-kira siapa yang diuntungkan? Entahlah… dunia bisnis memang penuh dengan manuver dan intrik -:)

Komentar»

No comments yet — be the first.