Mencermati Banting Harga TELKOMNet Instan Februari 8, 2008
Posted by amirmahmuds in Strategi.Tags: telkom, telkomnet, telkomnet instan
trackback
Baru-baru ini PT. Telkom, Tbk. menerapkan strategi banting harga telkomnet instan sejak bulan Januari 2008 kemarin yaitu melalui paket berlangganan. Upaya ini dilakukan untuk mendongkrak penjualan akses internet telkomnet instan yang belakangan ini kurang bergairah karena kalah bersaing dengan telkom speedy (dan juga dengan provider internet lain). Maklum saja bandwidth yang ditawarkan sangat kecil, idealnya praktis hanya mampu diakses 1 (satu) komputer saja karena harga yang ditawarkan jatuhnya lebih mahal (jika dibandingkan dengan sewa internet di warung internet) sehingga wajar saja penjualannya kurang bergairah. Memang kalau dibandingkan dengan akses broadband masih tergolong murah, apalagi jika dibandingkan dengan akses internet dengan 3.5G atau HSDPA.
Berdasarkan informasi dari situs resmi telkom (www.telkom.net), untuk paket limited (kuota 25 jam) sebesar Rp 50.000 per bulan, dan untuk kelebihan pemakaian (excess usage) sebesar Rp 50 per menit). Sedangkan untuk paket unlimited Rp 300.000 per bulan. Per jamnya, jika dihitung (kalau tidak salah), untuk paket limited sebesar Rp 2.200 per jam (Rp 50.000 + PPN 10% dibagi 25 jam) sedangkan kelebihan pemakaiannya sebesar Rp 3.300 per jam (Rp 50 x 60 menit = Rp 3.000 + PPN 10% = Rp 3.300). Sedangkan untuk paket unlimited hanya sekitar Rp 460 per jam (dibulatkan) (Rp 300.000 + PPN 10% dibagi 30 hari dibagi 24 jam) dan tidak ada excess usage yang dibebankan ke pelanggan. Walhasil, dari strategi banting harga ini pelanggan telkomnet instan naik banyak hingga 80%.
Memang harga ini menurut pengamatan saya cukup wajar jika melihat besarnya bandwidth yang ditawarkan. Namun Telkom perlu hati-hati dalam menurunkan harga. Telkom harus dengan cermat melihat pelanggan Telkom yang lain (pelanggan internet). Jangan sampai mematikan pelanggan yang lain, misalnya pelanggan Telkom Speedy yang mengambil Paket Office tapi digunakan untuk warnet atau yang mengambil Paket Warnet atau juga pelanggan Speedy lainnya. Khusus untuk warnet, bisa-bisa mereka gulung tikar. Sekedar informasi, harga per jam (sepengetahuan saya) di warnet rata-rata Rp 3.000 sampai Rp 4.000. Harga ini masih dibawah rata-rata per jam dari paket telkomnet instan yang baru. Jika tarif baru ini berlanjut, bukan tidak mungkin pelanggan rumahan akan lebih memilih telkomnet instan karena lebih murah. Akibatnya warnet sekarang tidak hanya bersaing dengan warnet lain di kotanya, tapi juga bersaing dengan telkom sendiri (padahal terkadang warnet tersebut juga langganan ke telkom melalui telkom speedy), apalagi telkom sudah memasang hotspot di berbagai kota yang bisa diakses secara gratis. Fenomena ini perlu dipahami telkom secara hati-hati jangan sampai merugikan warnet. Jangan-jangan warnet akan mengalami nasib yang sama seperti wartel yang pernah berjaya beberapa tahun yang lalu tapi akhirnya sekarang banyak yang gulung tikar.











Apa benar sih kok tanya ke kantor telkom ngak ada paket yang gituan, kenapa ya…!?????
Khusus jatim kaleee..!!!!
ITU NAMANYA TELKOM MEMONOPOLI PASAR…..PADAHAL STRATEGI KAYAK GITU KAN GA BOLEH. BAGAIMANA BANGSA BISA MAJU ? KALO PASAR YANG ADA SUDAH DIAMBIL OLEH TELKOM ITU SENDIRI. TELKOMNET INSTAN PUNYA TELKOM, SPEEDY JUGA PUNYA TELKOM. SEMESTINYA TELKOM GA BERMAIN SKALA KECIL. KARENA HAL ITU AKAN MENGHAMBAT PERKEMBANGAN WARNET. BETUL GA/
Mohon diberlakukan undang2 dari pemerintah. Untuk skala2 Perushaan Telkom dan sekelasnya tidak diizinkan untuk main langsung ke konsumen.
Apabila diizinkan harus diperhitungkan skala di bawahnya.
Misalnya Pabrik tidak bisa langsung ke konsumen (ada batas pembeliannya).
Contohnya : Pabrik > Distributor > Agen/Grosir > Retail > Konsumen. Jadi ada aturan main yang jelas.
Jangan terulang pada bisnis2 yang berkaitan sebelumnya.
Apalagi sampai gulung tikar.
yaelah
tetep aja lemot banget
negara berkembang kok mo gaya kasih harga tinggi di amrik sono
telkom payah..
pemerintah juga harusnya mo jual ke swasta yang mo kasih pelayanan lebih baik, lebih murah, dan lebih cepet aksesnya dibanding Telkom
telkom cupu wek
ia telkom selalu promo tapi bohong…
n paling hanya berlaku di jawa khususnya jakarta dan banten !!
jadi kesanya internet murah hanya buat orang kota aja?!!!
seharusnya promo itu buat seluruh indonesia ! biar warga indonesia ngak GAPTEK!!!!