jump to navigation

Strategi Perluasan Bisnis: Sebuah Pilihan Februari 6, 2008

Posted by amirmahmuds in Strategi.
Tags:
trackback

expansion.jpgKetika suatu bisnis itu berkembang pesat, terkadang ada keinginan dari pemilik atau manajer untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Setelah dipertimbangkan dengan matang kira-kira bisnis apa yang tepat untuk dipilih, akhirnya sampailah pada suatu pilihan bisnis tertentu, namun terkadang pilihannya ternyata jenisnya berbeda dengan bisnis utama. Sekedar contoh sederhana untuk UKM non-industri misalnya bisnis utamanya adalah perdagangan atau jasa IT seperti komputer, handphone dan gadget kemudian ingin mengembangkan bisnisnya ke cafe atau restoran. Meskipun jenisnya berbeda dari bisnis utama, pilihan tersebut tidak selamanya keliru jika didukung dengan data-data autentik (tidak asal ikut-ikutan trend) dan juga didukung oleh naluri bisnis sang pemilik atau manajer sehingga dugaan adanya peluang bisnis tersebut semakin kuat dan tidak keliru. Namun yang perlu dicermati secara hati-hati adalah ketika menentukan suatu nama (bisa nama produk, atau nama toko atau usaha) untuk bisnis baru tersebut, kira-kira nama apa yang tepat untuk gunakan. Apakah menggunakan nama baru atau tetap menggunakan nama lama seperti nama bisnis utamanya.

Ada cara yang efisien untuk diterapkan yaitu dengan menggunakan strategi perluasan merek (brand extension strategy) yaitu merupakan strategi mengembangkan produk baru dengan menggunakan nama dari merek utama (Cravens dan Piercy, 2003). Keuntungan dari strategi ini adalah bahwa pemilik bisnis atau manajer tidak susah-susah mempromosikan usaha barunya kalau bisnis utamanya sudah terkenal sehingga bisnis barunya bisa mendompleng kepopuleran dari bisnis utamanya. Dalam teori, memang strategi ini kebanyakan diterapkan di bidang industri yang menghasilkan suatu produk misalnya Nike yang bisnis utamanya adalah sportwear melakukan perluasan bisnis dengan produk parfum atau jam tangan. Namun bukan tidak mungkin strategi ini diterapkan di bidang perdagangan atau jasa. Nama suatu toko atau usaha jika terkenal dapat juga dikategorikan sebagai merek yang kuat yang bisa dikomersialkan dan dapat dimanfaatkan kepupulerannya ketika melakukan perluasan bisnis dengan menggunakan strategi ini.

Namun hal ini perlu dipertimbangkan dengan hati-hati. Mengapa? karena karakter bisnis antara bisnis utama dengan bisnis barunya berbeda sehingga dikhawatirkan memiliki efek negatif terhadap bisnis utamanya. Kekhawatiran ini bukanlah mengada-ngada karena telah dibuktikan dalam suatu penelitian seperti yang dilakukan oleh Martinez dan Chernatony (2004) yang melakukan penelitian tentang strategi ini di Inggris terhadap bisnis sportwear khususnya untuk merek Nike dan Puma yang melakukan perluasan merek dengan produk baru berupa kamera. Hasil penelitiannya menunjukkan bahwa efek negatif dari strategi yaitu bisa mengkikis (dilusi) merek utamanya jika ternyata merek barunya gagal di pasaran. Dilusi ini akan semakin kuat jika terjadi pada produsen yang bukan market leader. Saran efektif untuk mengatasi hal ini adalah melakukan promosi (iklan) yang universal untuk mereduksi dilusi tersebut yaitu promosi yang tidak menekankan pada satu produk tertentu, namun promosi yang menekankan pada merek perusahaan. Fenomena ini dapat dilihat pada iklan-iklan yang dilakukan perusahaan besar dengan multi-produk di berbagai jenis media. Dari seklumit tulisan ini, bagaimana rencana bisnis ada? Mudah-mudahan sedikit bisa membantu.

Komentar»

1. Nur - Januari 8, 2009

Justru aku bngung bisnis apa yg kira2x maju pesat.ada ide kirim email dong?