jump to navigation

Mencermati Manuver Google: Perspektif Seni Perang Februari 5, 2008

Posted by amirmahmuds in Strategi.
Tags: ,
trackback

google_hack.jpgSemakin menarik saja mengamati drama rencana akuisisi Microsoft terhadap Yahoo belakangan ini. Negosiasi antar mereka semakin alot saja. Di satu sisi, Microsoft ingin akuisisi ini segera terlaksana, namun di sisi lain, dengan diulur-ulurnya rencana akuisisi ini, Yahoo terkesan merasa keberatan melepasnya kepada Microsoft, selain itu dia juga (mungkin) dia menunggu tawaran harga yang tertinggi dari Microsoft. Namun semakin menarik lagi ketika mengamati sepak terjangnya Google dalam menghadapi rencana akusisi ini. Google sepertinya menyerang Microsoft agar regulator turut bertindak mengawasi rencana ini dengan tema “monopoli” karena dikhawatirkan bakal merusak persaingan usaha dalam bisnis web. Drama segi tiga ini nampaknya semakin menarik saja untuk ditunggu perkembangannya.

Jika kita kaji lebih dalam, memang ironis sekali apa yang dikhawatirkan Google, seperti yang telah dilansir berita resmi Yahoo (3/02/08) yang mengutip prediksi comScore Media Metrix dimana jika Microsoft jadi beli Yahoo, bisnis internet market search mereka bakal hanya mampu mencapai 16% pangsa pasar saja, sedangkan Google jauh lebih besar hingga 62%. Kekhawatiran Google itu nampaknya perlu diklarifikasi. Google nampaknya memiliki agenda tersembunyi dibalik niatan melawan ambisi Microsoft ini. Kalau boleh menduga, mungkin ada beberapa agenda seperti: 1) mengawal dominasi Google di bisnis internet market search, 2) mengawal terobosan baru Google berupa web-based office document (Google Docs) untuk melawan Microsoft Office agar Yahoo tidak dijadikan kendaraan baru untuk menandinginya (lihat tulisan saya di bagian lain tentang ini), 3) mendongkrak popularitas gmail dan instant messaging versi Google agar bisa menandingi milik Yahoo (Yahoo mail dan Yahoo Messanger) di tengah keterpurukan Yahoo, 4) dan lain-lain (I don’t know!). :-)

Kalau boleh dikata, sungguh cerdik manuver yang dilancarkan Google. Google dengan segala kekuatannya mencoba menggagalkan rencana Microsoft ini dengan cara mengkaburkan substansinya. Google memang cerdik ditengah Yahoo yang lagi miskin tak berdaya dan Microsoft yang kaya namun kehabisan akal di tengah terpaan isu monopoli dan serangan Linux dan OpenOffice yang perkembangannya begitu memikat. Kekhawatiran monopoli yang bakal merusak persaingan usaha dalam bisnis web khususnya internet search jelas tidak berdasar karena justru Google-lah yang mendominasi. Kalau boleh meminjam istilah dalam Seni Perang Sun Tzu, Google itu menggunakan strategi: “berpura-puralah memukul ke timur saat kau menyerang ke barat untuk mengacaukan lawan”. Barangkali pegangan yang diperlukan Microsoft: “Jangan mudah terseret, jangan ambil bagian dalam sebuah permainan yang diinginkan lawan anda”. Akhirnya, kita tunggu saja kearifan Komite Antimonopoli dan Kebijakan Persaingan Sehat DPR AS dalam mencermati drama segi tiga antara Microsoft, Yahoo dan Google ini.

 

Komentar»

No comments yet — be the first.