jump to navigation

Bencmarking: Silaturrahmi Menurut Tradisi Kita Februari 4, 2008

Posted by amirmahmuds in Strategi.
Tags: ,
trackback

benchmark.gifSalah satu perbedaan antara kebiasaan orang barat dengan kita (orang timur) adalah bahwa kalau orang barat, setiap hal baru yang mereka temukan, mereka selalu menulisnya, jika temuan itu dianggap baru (terkadang menurut versi mereka sendiri), maka mereka akan menamai temuan tersebut dengan suatu “istilah baru” kemudian dipatenkan, sehingga tidak heran istilah tersebut kemudian menjadi terkenal di seluruh dunia melalui buku-buku yang mereka terbitkan, padahal terkadang istilah tersebut jika dikaji lebih dalam terkadang bukan hal baru bagi kita. Sedangkan kita, setiap hal baru yang kita temukan biasanya kita bicarakan ke orang lain (mungkin semacam verbal minded), maka tidak heran kalau istilah “katanya” sering terdengan di telinga kita, sehingga tidak heran kalau temuan tersebut mudah datang namun juga mudah pergi. Tradisi menulis kita memang masih tergolong masih kalah dibandingkan dengan mereka (tentunya tradisi menulis yang kompeten dan sistematis).

Sekedang contoh di bidang bisnis (manajemen), salah satu istilah yang menarik untuk saya cermati seperti istilah Benchmarking. Istilah ini mencuat ketika perusahaan repro-dokumen ternama yaitu “Xerox” mengalami kemunduran kinerja. Salah satu langkah strategis yang diambil untuk mengatasi kemunduran tersebut adalah melakukan studi banding ke perusahaan lain yang dinilai lebih sukses. Hasil studi banding kemudian didokumentasikan, dianalisis dan diimplementasikan. Alhasil, kinerja mereka kemudian pulih kembali. Proses dokumentasi, analisis hingga implementasi tersebut kemudian distandarkan dan dinamai dengan istilah “Benchmarking”. Bagi kita, langkah tersebut sebenarnya bukan hal baru.

 

Kita tentu ingat istilah Silaturrahmi. Orang-orang kita dulu sering bilang: “Sering-seringlah silaturrahmi karena bisa mendatangkan rezeki”, saya tidak sempat menanyakan apakah itu ada dasarnya (barangkali ada pembaca yang lebih tahu…). Ungkapan itu turun temurun dan banyak yang meyakini kebenarannya. Lantas apa bedanya dengan Benchmarking? Apakah ada hubungannya atau tidak? Kalau kita analisis lebih dalam, proses Benchmarking tidak berbeda jauh dengan Silaturrahmi. Bahkan istilah Silaturrahmi jauh lebih dulu ada ketimbang istilah Benchmarking. Silaturrahmi juga bisa diterapkan di dunia bisnis (manajemen). Kalau Benchmarking yang efektif bisa meningkatkan kinerja, Silaturrahmi yang efektif juga bisa mendatangkan rezeki. Sayangnya, kelemahan kita adalah bahwa kita belum ada yang menulis proses dari Silaturrahmi yang efektif agar menjadi “Silaturrahmi yang Sukses” seperti halnya Benchmarking. :-)

Komentar»

No comments yet — be the first.